Kamis, 28 April 2016

Laporan Perilaku Bekicot (Achatina fulica)



LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN
PRAKTIKUM VI
PERILAKU BEKICOT (Achatina fulica)




OLEH :
                        NAMA                                   : ANDRI ADI GUNAWAN
                        STAMBUK                           : F1D1 13 049
                        KELOMPOK                        : IX (SEMBILAN)
                        ASISTEN PEMBIMBING  : IRMAN

PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015


I.              PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Mahluk hidup dalam kehidupannya membutuhkan lingkungan sebagai wadah dalam melakukan aktivitasnya. Beberapa makhluk hidup memiliki perilaku tertentu dalam merespon lingkungannya sehingga dapat melakukan aktivitasnya. Hewan merupakan salah satu kingdom makhluk hidup yang dimana setiap jenisnya memiliki berbagai adaptasi terhadap lingkungannya. Beruang memiliki adaptasi perilaku terhadap iklim dingin dimana mereka akan tidur (berdomansi) selama musim dingin tersebut. Contoh lainnya ialah hewan lunak seperti cacing yang berpindah tempat jika kondisi tanah telah rusak ataupun keras.
Bekicot (Achatina fulica) merupakan salah satu jenis hewan lunak dari filum Moluska kelas Gastropoda yang dapat diamati perilakunya dalam merespon lingkungannya. Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan poikilothermal yang dimana tidak ada pengaturan suhu tubuh sehingga suhu tubuhnya kurang lebih sama dengan suhu lingkungannya. Hewan ini merupakan hewan yang aktif pada malam hari (nocturnal) yang dimana pada siang hari, hewan ini akan istirahat atau diam.
Tubuh bekicot (Achatina fulica) dilindungi oleh cangkang yang terbuat dari zat kapur. Bekicot seperti halnya dengan hewan lainnnya, memiliki perilaku dalam merespon lingkungannya dimana bekicot akan beraktivitas pada suhu atau kelembaban yang rendah. Perilaku bekicot tersebut dapat diamati dengan melakukan pengamatan selama 24 jam dengan mengelompokkan jenis-jenis aktivitasnya dan mengukur jarak tempuhnya. Berdasarkan uraian tersebut maka dilaksanakan praktikum ini.

B.       Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini adalah bagaimana perilaku bekicot (Achatina fulica) hubungannya dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu lingkungan?

C.      Tujuan Praktikum
Tujuan yang ingin dicapai pada praktikum ini adalah untuk mengetahui perilaku bekicot (Achatina fulica) hubungannya dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu lingkungan.

D.      Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini adalah dapat mengetahui perilaku bekicot (Achatina fulica) hubungannya dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu lingkungan.

IV.   HASIL PENGAMATAN
A.      Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut :
1.      Perilaku Bekicot (Achatina fulica)
Grafik 1. Pengamatan Perilaku Bekicot (Achatina fulica)

2.      Hasil Pengukuran Morfometri Bekicot (Achatina fulica)
No
Berat Bekicot
(Achatina fulica)
(gr)
Panjang Cangkang Bekicot
(Achatina fulica)
(cm)
Total Homerange
Rata-Rata Homerange
1
18,86
8,2
700
58,33333
2
15,73
6,2
585
48,75
3
16,02
6,1
739
61,58333
4
19,72
6,8
789
65,75
5
14,11
5,2
170
14,16667
6
14,54
5,3
512
42,66667
7
13,12
5
703
58,58333
8
12,44
4
475
39,58333
9
12,32
4,1
998
83,16667
10
14,02
5,2
456
38
11
15,02
5,1
806
67,16667
12
14,11
5,3
236
19,66667
13
14,12
4,2
683
56,91667
14
15,03
6
30
2,5
15
15,74
5
735
61,25
16
14,1
6
162
13,5
17
14
6,1
411
34,25
18
15,2
6,3
562
46,83333
19
16
6,2
521
43,41667
20
15,43
5,4
435
36,25
21
12
4,2
1031
85,91667
22
15,3
6,2
383
31,91667
23
13,2
4,3
531
44,25
24
12,1
4,5
361
30,08333
25
13,3
5,5
1196
99,66667
26
12,11
5
227
18,91667
27
13,12
5,5
806
67,16667
28
12,19
6
579
48,25
29
12,22
6
647
53,91667
30
12,2
5,2
337
28,08333
31
14,1
6
412
34,33333
32
14,08
6,1
226
18,83333
33
15,15
6,6
468
39
34
15,13
6,2
775
64,58333
35
15,01
5,4
285
23,75
36
14,04
6,1
559
46,58333
37
13,05
6,9
708
59
38
15,21

367
30,58333
39
15,09
6,3
752
62,66667
40
15,02
6,2
1029
85,75
41
12,03
5,2
149
12,41667
42
14,03
6,3
934
77,83333
43
16,2
7
673
56,08333
44
15,01
7,1
604
50,33333
45
14,03
6,8
482
40,16667
46
13,2
6
783
65,25
47
13,09
6
674
56,16667
48
12,01
6,3
575
47,91667
49
16,3
8,2
667
55,58333
50
16,00,
6
557
46,41667

3.      Hasil Analisis Korelasi Pengaruh Terhadap Homerange Bekicot (Achatina fulica)
Variabel
Nilai
·         Panjang Cangkang Bekicot (Achatina fulica)
0.057792864
·         Berat Tubuh Bekicot (Achatina fulica)
0,086448868

                                       


B.       Pembahasan
Hewan memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam hal merespon lingkungannya. Hewan yang bersifat poikilothermal akan memiliki perilaku yang disesuaikan dengan suhu lingkungannya dan akan beraktifitas sesuai dengan jam biologinya. Contoh mudah yang dapat diamati ialah perilaku bekicot (Achatina fulica) dimana akan dapat diamati perilakunya dengan melakukan pengamatan selama 24 jam.
Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan dari kelas Gastropoda yang merupakan kelompokhewan moluska yang berukuran besar. Hewan ini memiliki banyak khasiat untuk manusia sehingga cara dan perilaku hidupnya perlu diketahui guna mengetahui cara pemeliharaannya untuk dikembangbiakkan. Di samping itu, hewan ini dapat pula sebagai pembawa berbagai penyakit bagi manusia sehingga penyeleksian hewan ini perlu diketahui. Penyeleksiaan tersebut dapat diamati dari bentuk cangkangnya dan perilaku biologisnya terhadap lingkungannya.
Bekicot (Achatina fulica) memiliki jam biologi yang berbeda dengan hewan lainnya seperti halnya pada kadal (Mabouya sp.). Jam biologi merupakan waktu atau jam tertentu dimana suatu hewan akan melakukannya aktivitas yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Perilaku bekicot (Achatina fulica) tersebut dapat berupa istirahat, makan, kawin, maupun dalam proses pembuangan zat sisa metabolismenya. Semua kegiatan biologis tersebut dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang disesuaikan dengan suhu lingkungannya.
Praktikum ini melihat perilaku bekicot (Achatina fulica) selama 24 jam dengan melakukan pengamatan setiap 2 jam sekali. Aktivitas bekicot yang diamati ialah diam, kawin, jalan, makan, memanjat, dan proses pembuangan zat sisa metabolismenya. Praktikum ini pula diukur suhu kelembaban udara yang dimana pengukuran ini berguna untuk mengetahui suhu dimana bekicot melakukan aktivitasnya.
Hasil pengamatan pada praktikum ini memperlihatkan aktivitas dari perilaku bekicot terhadap lingkungannya dimana bekicot akan aktif melakukan aktivitasnya pada sekitar jam 10 malam hingga jam 4 pagi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas berjalan lebih banyak dilakukan oleh bekicot dibandingkan dengan aktivitas lainnya. Aktivtas berjalan banyak dilakukan pada saat kelembaban rendah, yaitu sekitar pukul 10 malam hingga jam 3 pagi. aktivitas diam pada siang hari banyak dilakukan oleh bekicot karena berhubungan dengan pengaruh suhu lingkungan yang mulai naik.
Praktikum ini juga dapat diketahui jarak tempuh dari bekicot tersebut. Hasil menunjukkan bahwa semakin besar ukuran tubuh dari bekicot maka jarak tempuh dari bekicot tersebut semakin besar pula. Hal tersebut dapat pula disebabkan oleh struktur umur yang berbeda-beda pada setiap bekicot yang dijadikan sebagai objek pengamatan.

  
V.           PENUTUP
A.      Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini adalah hasil pengamatan perilaku bekicot (Achatina fulica) yang berhubungan dengan berat badan, jarak tempuh dan suhu lingkungan memperlihatkan semakin besar ukuran dan berat badan maka jarak tempuh akan besar pula. Suhu lingkungan yang semakin rendah akan memperlihatkan perilaku bekicot (Achatina fulica) yang semakin aktif dalam melakukan aktivitasnya.

B.       Saran
Saran yang diajukan pada praktikum ini adalah diharapkan pengawasan asisten terhadap praktikan agar tidak ada praktikan yang kurang aktif melakukan pengamatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar