LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PRAKTIKUM VIII
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN
BAKTERI
OLEH :
NAMA
: ANDRI
ADI GUNAWAN
STAMBUK : F1D1 13 049
KELOMPOK : V (LIMA)
ASISTEN
PEMBIMBING : KASMAWATI DEHE
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang memiliki ukuran
tubuh yang mikroskopik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Salah
satu makhluk hidup mikroorganisme ialah bakteri yang memiliki ciri tersendiri
dari makhluk hidup mikroorganisme lainnya. Bakteri mempunyai
morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas. Beberapa sifat khas yang
dimiliki oleh bakteri ialah mampu bertahan pada lingkungan yang ekstrim dan
memiliki mekanisme perlindungan dari lingkungan yang tidak sesuai.
Bakteri sebagai makhluk hidup akan berhubungan dengan
lingkungannya, baik sesama makhluk hidup maupun dengan lingkungan abiotiknya.
Lingkungan bakteri tersebut akan menentukan sifat-sifat dari bakteri seperti
bakteri yang mampu pada kondisi suhu yang tinggi akan bersifat termofil.
Pengaruh yang dapat mempengaruhi kehidupan bakteri ialah zat penghambat yang
dimiliki oleh makhluk mikroorganisme lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan
bakteri.
Faktor yang memperngaruhi kehidupan
bakteri di dalam ekosistem terbagi atas dua, yakni abiotik dan biotik. Faktor
abiotik diantaranya ph, suhu dan logam berat yang terdapat di ekosistem.
Beberapa bakteri ada yang mampu bertahan pada faktor lingkungan tertentu
sehingga dapat membantu dalam penggolongan bakteri. Berdasarkan latar belakang
tersebut maka dilaksanakan praktikum ini.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum ini
adalah bagaimana pengaruh suhu, pH, dan logam berat terhadap pertumbuhan
bakteri?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum
ini adalah mengetahui pengaruh suhu, pH, dan logam berat terhadap pertumbuhan
bakteri.
D. Manfaat Praktikum
Manfaat dari dilaksanakannya praktikum ini
adalah dapat mengetahui pengaruh suhu, pH, dan logam berat terhadap pertumbuhan
bakteri.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengamatan pada praktikum ini
tercantum pada Tabel 3.
Tabel
3. Hasil pengamatan
|
Nama
Isolat
|
Faktor
Lingkungan
|
||
|
Suhu
|
pH
|
Logam
Berat
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Isolat
media
|
4-5oC
![]()
(-)
|
3
![]()
(+)
|
50
ppm
![]()
IP : 0,40
|
|
37oC
![]()
(+)
|
5
![]()
(-)
|
100
ppm
![]()
IP :0,51
|
|
Tabel
3. (Lanjutan)
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
Isolat
media
|
45oC
![]()
(+)
|
7
![]()
(+)
|
|
|
55oC
![]()
(-)
|
8
![]()
(+)
|
|
|
|
|
|
10
![]()
(+)
|
|
Bakteri merupakan makhluk hidup yang memiliki ukuran
yang sangat kecil sehingga memerlukan alat khusus dalam mengamatinya. Bakteri
memiliki morfologi, struktur dan sifat yang khas yang semuanya itu dipengaruhi
pula oleh lingkungannya. Bakteri memiliki kisaran tertentu dalam melakukan
pertumbuhannya sehingga lingkungan yang tidak sesuai akan berdampak pada proses
pertumbuhannya.
Lingkungan merupakan daerah di sekeliling makhluk
hidup khususnya bakteri yang dapat memberikan pengaruh pada bakteri tersebut.
Lingkungan dapat berasal dari makhluk hidup lainnya (biotik) maupun dari tak
hidup (abiotik). Kedua faktor tersebut akan sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan bakteri dan dapat menentukan sifat-sifat dari bakteri tersebut.
Pengaruh abiotik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri diantaranya suhu,
pH dan logam berat.
Hasil praktikum ini menunjukkan pengaruh dari pH, suhu
dan logam berat pada pertumbuhan bakteri. Ketiga faktor tersebut dapat
menentukan sifat dari bakteri tersebut. Bakteri yang digunakan merupakan
bakteri dari isolat medis, yaitu bakteri dari nanah. Pengukuran dari ketiga
faktor lingkungan tersebut akan diamati setelah dilakukan inkubasi sekitar 24
jam.
Hasil pengamatan pada suhu menunjukkan sifat bakteri
tersebut ialah mesofil dimana bakteri tersebut dapat tumbuh pada suhu 37oC
dan 45oC. Bakteri tersebut tidak dapat tumbuh baik pada suhu 4-5oC
dan 55oC. Bakteri mesofil merupakan bakteri yang dapat tumbuh baik
pada suhu 20o - 45oC. Pertumbuhan bakteri tersebut dapat
diketahui dengan melihat warna dari media tumbuh yang menjadi keruh.
Pengamatan pada pengamatan pH menunjukkan sifat
bakteri yang ditumbuhkan. Hasil menunjukkan bahwa bakteri tersebut merupakan
bakteri tahan basa dan tahan asam. Hal tersebut dapat dilihat dari pengamatan
pertumbuhan bakteri yang dapat hidup pada pH 3, pH 7, pH 8 dan pH 10. Bakteri
yang tahan asam dapat hidup pada kondisi yang memiliki asam yang tinggi, yaitu
pada pH 3. Bakteri yang diisolasi memiliki karakteristik yang tahan basa pada
pH 8 dan 10. Menurut Suriani (2013) bahwa bakteri memiliki pH optimum 6,5
sampai 7,5.
Hasil pada pengamatan pengaruh logam berat
memperlihatkan bahwa bakteri yang ditumbuhkan tidak tahan terhadap logam berat.
Hal tersebut dapat diamati dari adanya zona hambat yang berada di sekeliling
uang koin yang digunakan. Pengamatan pada pemberian logam berat 50 ppm dan 100
ppm memperlihatkan zona hambat yang bening sehingga zat logam berat tersebut
bersifat membunuh bakteri tersebut.
V.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini adalah
pengaruh dari faktor lingkungan seperti suhu, pH dan logam berat sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri. Pengaruh tersebut dapat terlihat dari
hasil pengamatan dimana terlihat beberapa bakteri yang tidak dapat tumbuh pada
lingkungan tersebut. Salah satu pengaruh yang dapat dilihat ialah pemberian
logam berat yang memperlihatkan adanya zona hambat di sekeliling koin logam
pada cawan petri.
B.
Saran
Saran pada praktikum ini adalah
sebagai berikut.
1.
Diharapkan kerja sama antara praktikan agar praktikum
terlaksana dengan lancar.
2.
Diharapkan
pengawasan asisten terhadap praktikan agar tak ada praktikan yang tidak ikut
serta dalam praktikum.
3.
Diharapkan penggunaan waktu yang lebih baik lagi
untuk praktikum selanjutnya.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar